--> SYN Content Creator: Premiere Pro Tutorial | SYN Content Creator adalah blog berisi ilmu pengetahuan yang ada didunia
Tampilkan postingan dengan label Premiere Pro Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Premiere Pro Tutorial. Tampilkan semua postingan

05 Maret 2023

Apa Itu Colour Correction? Bagaimana Cara Proses Color Correction Di Adobe Premiere Pro?

Apa Itu Colour Correction? Bagaimana Cara Proses Color Correction Di Adobe Premiere Pro?

Jika kamu bertanya  "Apa pengertian color correction?", "Apa pengertian colour grading?" dan "Bagaimana cara melakukan colour correction atau colour grading?", maka kamu akan membaca konsepnya disini. Secara umum yang disebut colour correction dan colour grading adalah aktifitas atau session mewarnai sebuah footage (foto/video). Tapi tentu sebenarnya pengertian dari kedua istilah tersebut berbeda.  Setelah melakukan Colour Correction, barulah kemudian kita lanjut ke langkah Colour Grading, Lut & Preset.

Color Correction & Color Grading Lesson

DAFTAR ISI:

1. Pengertian colour correction

2. Cara dan proses colour correction

1. PENGERTIAN COLOR CORRECTION

(klik untuk kembali ke daftar isi)

Colour Correction adalah proses untuk mengkoreksi warna pada footage yang kita punya agar Foto/video yang kita punya terlihat warnanya "senatural mungkin". Dengan catatan, colour correction ini jika kita ambil footage-nya dengan settingan warna seperti misalnya kita merekam dari HP atau action cam atau kamera DSLR/Mirrorless yang settingan kameranya itu tidak diatur dengan settingan RAW. Jadi video atau foto yang kita punya warnanya itu mungkin terlalu kontras, atau saturationnya terlalu tinggi. Intinya indeks salah satu atau beberapa warna dari video/foto terlalu tinggi, mungkin ada yang terlalu merah atau terlalu kuning atau terlalu hijau.

Jadi dengan Colour Correction ini berguna untuk menstabilkan indeks warna dari footage agar warnanya terlihat sama di setiap footage dalam pengeditan, tidak ada yang terlalu merah, kuning, biru dsb. Jika kalian ingin lebih mudah dalam melakukan Colour Correction, ada yang namanya istilah SLOG1, SLOG2, SLOG3, yakni settingan dalam kamera. Nah jika kalian memakai settingan tersebut, maka footage yang kalian ambil adalah footage RAW alias footage dengan indeks 0 warna. Jadi untuk colour correctionnya kalian hanya perlu mengubah kontras dan exposure-nya dan selebihnya saja.

Jadi jelas ya, basicly kalau kita bicara tentang Colour Correction artinya kita sedang berbicara tentang exposure, contrast, colour balance & skin tone. Proses colour correction & colour grading harus dilakukan dengan praktek yang intesn agar bisa sampe feel kita untuk melakukan proses tersebut.


2. CARA MELAKUKAN COLOR CORRECTION

(klik untuk kembali ke daftar isi)

Cara melakukan colour correction di Adobe Premiere Pro ada banyak jalurnya, tapi disini saya mau share 2 step cara melakukan color correction di premiere pro. Saya akan share 2 hal yakni "color correction (exposure, contrast, colour balance & skin tone)" dan "skin tone correction"

Tools Color Correction yang akan kita gunakan di Adobe Premiere Pro :

- "Lumetri Color"

- "Colorista IV"

Lumetri Color & Colorista ini adalah tools bawaan yang ada di Premiere Pro yang membantu dalam proses baik color correction & color grading

Pembahasan yang akan kita lakukan disini :

- Adjust "Exposure, Contrast, Color Balance"

- "Skin tone"

Cara menggunakan kedua tools ini sebenarnya sama, mau pake Lumetri boleh mau pake COlorista juga boleh. Tapi baiknya kita pakai saja dua-duanya karena dikedua tools tersebut banyak fitur yang berguna yang nantinya kita butuhkan yang bakal terus kepake. Btw ini tahun 2023 yah, dimana kita masih memakai color correction & grading manual, baik di Adobe Premiere, Davinci Resolve, Final Cut Pro ataupun di software lain. Mungkin saja nanti beberapa tahun kedepam akan ada software praktis yang bakal lebih mempermudah proses ini.

Jadi, sekarang kita akan kenalan dulu dengan tools dan fitu yang nantinya akan kita pakai untuk proses color correction.

effect panel premiere pro
Disebelah kiri adalah panel control, dan sudah ada lumetri colors & colorista. Ingat ya, color correction dulu barulah color grading. disini kita bahas color correctionnya dulu.





waveform luma for exposure
Tools pertama ini namanya wave form (LUMA), cara munculinnya ada di menu workspace pilih atau centang  "Lumetri Scopes". Ada beberapa 3 panel yang nantinya akan kita gunakan untuk color correction ini. Waveform ini buat ngukur exposure. Jadi di waveform ini kanan kirinya ada indeks 0-100.



Ansel Adam Zone sistem
Gambar dikiri ini namanya ansel adam exposure index.





klik untuk memperbesar
Bisa kalian baca untuk deskripsi masing-masing angkanya, nah di deskripsi ini pada exposure di angka 70 itu 'very light skin, shadow in snow with acute side lighting'. Artinya apa bang messi? googling sendirilah anjir.







ansel adams zone system

vectorscpoe (YUV)
Tools kedua, disebelah kiri ini namanya vectorscope (YUV). Gunanya menentukan arah warna biar ngga galau mau ke warna apa, megenta kah, biru kah, hijau kah.





Parade RGB

Tools ketiga ini namanya Parade (RGB),










a. Praktik Exposure, Contrast & Colours dengan Lumetri Colors

(klik untuk kembali ke daftar isi)

adjust exposure
Sekarang kita akan coba untuk praktik mengatur Exposure. Ingat ya, indeksnya harus kurang lebih diangka 70 untuk bagian atas dan harus menyentuh indek 0 di bagian bawah.

mengatur exposure

Pertama, kita bisa menggunakan cara masking, disini kita ingin agar look skin-nya terlihat natural. Nah setelah di masking pada bagian kulit. Kita bisa lihat ukuran indeksnya di indeks panel. Seperti gambar dibawah ini.
exposure look
exposure indeks
adjust highlight, shadow & white
Setelah mengatur black, white, contrast & shadow maka hasilnya diperoleh dengan indeks color 0-70. Jika mungkin footage terlihat lebih gelap, itu tidak apa-apa. Karena di color correction kita berusaha untuk menyamakan indeks dari satu footage dengan footage yang lain agar terlihat gelap terangnya diindeks yang sama.

Kemudian untuk adjusting color balance agar indeks YUV-nya benar, bisa dengan cara menyesuaikan 'temperature & tint' (tentunya dengan diberi masking terlebih dahulu), kemudian bisa juga dengan 'mengubah look di tab Creative' lalu sesuaikan intensitasnya seperti gambar dibawah ini.

Adding LUT at Creative Tab

Tapi menurut saya, cara menambahkan LUT tersebut mungkin akan lebih susah jika dipakai untuk orang yang baru memulai color correction. Tapi tidak apa-apa untuk meningkatkan skill, sebaiknya tetap dicoba saja.

b. Praktek YUV Scope dengan Colorista


Oke sekarang kalian bisa lihat pada footage look dibawah ini, disini kita lihat looknya terlalu merah atau magenta. Jadi kita akan mencoba untuk nge-tweak bahasa editingnya.
Footage Look

YUV Scope

Diatas pada YUV Scope, indikatornya lebih condong ke R/ Red jadi kita akan memposisikan nya ke posisi yang lurus dengan indikator. Caranya adalah dengan memberi masking terlebih dahulu pada area kulit seperti pada gambar dibawah ini. Btw jika indeknya kurang keliatan panjang, bisa diakali dengan menaikan indeks saturation dulu, setelah selesai jangan lupa balikan lagi indeks saturation ke 0 atau awal footage.

Footage Masking

YUV Indeks fixing

Kemudian pada indikator shadow, midtone, highlight bisa kita edit/geser sesuai dengan arah indeks yang benar. Dan seperti berikut hasilnya.

result footage

c. Biar Makin Paham


Hal pertama dalam color correction adalah menetukan Exposure & white balance di indeks yang benar. Pada footage dibawah ini bisa kita lihat indeks exposurenya nya di rentang angka 90-20. Jadi kita akan memperbaiki indeks Exposurenya dulu.
Color Correction dengan Lumetri

Exposure diantara 90-20

footage fixed exposure

Oke, bisa dilihat di fixed exposure indeks. Disitu ada cahaya lampu dimana indeks terangnya adalah 100. Maka kita coba untuk menaikan whitenya sehingga indeks lampu di rentang angka 100. Lalu ada hitam pada bagian bawah mobil, kita mencoba untuk membuat bagian paling gelap tersebut di angka 0, maka kita turunkan shadows & black-nya sehingga pada indikator LUMA indeksnya menyentuh angka 0.

Next sekarang dibawah ini adalah menentukan white balance. Caranya adalah dengan menggunakan masking disalah satu titik putih, misalnya disini kita menggunakan salju sebagai titik putih maka kita akan masking di zona salju tersebut. Btw kita memilih salju karena tidak ada muka atau kulit yang kita gunakan sebagai acuan ya.

Masking Footage

Setelah di masking, kita lihat pada indikator parade (RGB). Nah disitu indeksnya timpang sebelah, yang benar adalah baik hijau dan merahnya harus seimbang. Maka caranya adalah dengan mengatur/menyesuaikan 'Temperatur' & 'Tint'.

Indeks RGB sebelum diatur.

Indeks RGB setelah diatur temperatur & tint

Dan setelah diatur akan menghasilkan indeks seperti diatas dimana Red Green Blue digaris yang sama. Setelah selesai, matikan FX pada opacity-nya.

turn off FX

result footage
Dan hasilnya adalah seperti pada gambar diatas.

d. Cara Correction Skin Tone dengan Lumetri Colors


Jadi pada footage dibawah ini, terlihat skin colornya terlalu hijau. Maka kita akan tweak sedikit footage dibawah ini agar kulitnya lebih terlihat natural. Caranya adalah dengan masking dan menggunakan indikator vectorscope (YUV).
footage look

skin masking

Dan setelah diberi masking maka indeks vectorscopenya adalah sebagai berikut :

after masking indeks

Kemudian kita adjust temperature & tint-nya, hingga fix seperti dibawah ini :

fixing temperature & tint

Setelah selesai, hide FX opacity masking- nya. Dan jadilah seperti ini

fixed color balance footage

e. In Other Case


Dibawah ini ada footage yang sepertinya terlihat terlalu over saturation, warna tembok dan kulitnya terlihat terlalu coklat dan warm. Di case seperti ini, bisa saja kita melakukan masking pada bagian dindingnya tapi sebenarnya urutannya adalah kulit terlebih dahulu, kemudian environment. Jadi jangan environment dulu lalu baru kulit. So, lets go.

footage look too warm

Dibawah ini kemudian kita coba untuk melakukan masking pada kulitnya. Dan indeknsya sudah dibenarkan.
skin masking fixed

Dan setelah skin fixed, kemudian kita turunkan temperaturenya. Hingga warna dindingnya terlihat natural.
wall color fixing

Dan seperti dibawah ini hasilnya.
fixed skin tone & wall color

Okay, itulah sekilas penjelasan color correction dari saya. Semoga bisa membuat kalian lebih paham dengan konsep color correction. Berikut ini lanjutan dan sequel dari artikel color correction ini, bisa kalian lihat untuk menambah wawasan kalian ya.

Artikel lain yang bisa kamu baca tentang color correction dan color grading:

- Cara color grading

- Perbedaan 'Saturation' dengan 'Vibrance'


reference tulisan ini :

1. basic color correction : https://youtu.be/QMhHP1_tl3c

2. basic color correction : https://youtu.be/tMtM4fyGH70

19 Februari 2023

Beberapa Tips Memulai Editing Dengan Software Adobe Premiere Pro?

Beberapa Tips Memulai Editing Dengan Software Adobe Premiere Pro?

Ada beberapa tips yang perlu kamu ketahui sebagai pemula dalam menjadi seorang editor video/film maker. Dulu saya juga bingung harus memulai darimana, sampai pada sebuah moment, gw ngerasa kok kayaknya cara editing saya berantakan sekali. Jadi setelah itu saya sadar ternyata ada beberapa management yang perlu saya perbaiki.

Daftar isi :
1. Membuat folder project
2. Jangan hapus file yang dipakai
3. Pengetahuan tentang resolusi, format & output file
Editing with premiere pro (image source by google)

1. Membuat Folder Project

Bagaimana cara memulai editing dengan software Adobe Premiere Pro dan After effect? pertama-tama adalah kalian harus membuat folder dari Project yang akan kalian buat. Ini bertujuan agar file-file yang kalian gunakan saat editing tidak mencar kemana-mana. dan nantinya folder yang berisi footage-footage editing ini bisa kalian jadikan .RAR dan di upload ke Cloud Storage supaya lebih mobile dan bisa menghemat space penyimpanan device editing kalian. Begini contoh foldernya ketika saya mau bikin sebuah project.

folder management sebelum memulai membuat project editing

Saat management folder sudah lumayan bagus, setidaknya itu bisa lebih membantu kita lebih profesional dalam melakukan editing. Jadi tidak seperti amatiran yang masih menaruh file saja berantakan.

2. Jangan Hapus File Yang Dipakai.

Hal yang sering dialami oleh seorang editor adalah menipisnya space storage, jadi mau tidak mau hal yang bisa dilakukan adalah menghapus file-file editing/ footage yang dirasa tidak perlu. Hal tersebut tidak salah, tapi sebenarnya kita harus tahu bahwa "Footage adalah aset" dari seorang editor/film maker. Footage tua biasanya jadi footage emas jika memang pengambilan gambar/video nya bagus.

Jadi hal yang bisa dilakukan untuk case ini adalah, pertama dengan menguploadnya ke web-web penjualan footage seperti shutterstock, photostock dan lain-lain. Kedua adalah dengan menguploadnya ke cloud storage. Jadi file tadi bisa kita untuk lagi jika dibutuhkan.

3. Pengetahuan Mendalam Tentang Resolusi, Format & Output File.

Saya rasa orang yang terjun ke dunia editing mungkin sudah banyak tahu tentang ini, jadi bukan masalah jika ngga dibahas. Tapi mungkin juga ada orang yang baru mau terjun editing tapi belum tahu, jadi okelah mari kita bahas sedikit tetang pentingnya pengetahuan resolusi, format & output file. Mungkin masih banyak lagi selain 3 tersebut, tapi jika kalian membaca artikel ini dan masih bingung maka silahkan tanyakan saja di kolom komentar ya.
resolusi video
Penting untuk seorang editor mengetahui resolusi yang dipakai, resolusi pun banyak jenisnya. Jika kalian buka aplikasi editing biasanya kalau pas sedang mau buat project baru, bakal dikasih pilihan resolusi berapa yang mau dipake buat editing 1920x1080 (HD Landscape) atau 1080x1080 (Square) atau 1080X1920 (HD Potrait). Harus tahu juga framerate footage yang mau dipake 25p 30p 60p 120p 240p dst.

Kemudian ada yang namanya Format Video, format video & suara sebenarnya banyak sekali. Contoh format video seperti 3gp, AVI, MP4, MOV dll. dan format suara seperti FLAC, AAC, MP3. Namun secara penggunaan dalam media industri editing adalah format MP4 & MP3. Mungkin karena size-nya sudah kecil dibanding format lain dan lebih fleksibel untuk diputar di device-device yang ada sekarang ini.

Output File sebenarnya sama saja dengan format video, jadi ngga perlu dijelaskan lagi ya. Tentunya output yang banyak dipake adalah MP4 & MP3. Oiya, sebenarnya output file dari sebuah device itu juga ada yang berbeda, misal jika kita rekam video menggunakan Apple maka output video tersebut adalah MOV, biasanya jika android biasa adalah MP4. Ada juga kamera yang outputnya masih menggunakan format AVI misalnya DSLR Canon & MOV misalnya Mirorrless Fuji. 

Oke, segitu dulu ya tipsnya. Mungkin kedepan bisa di update lagi tips-tips yang terbaru. Atau kalian juga punya tips sendiri? boleh donk ditulis dikolom komentar. Seeyaa...

17 Februari 2023

Cara Colour Grading dan Color Correction di Adobe Premiere Pro

Cara Colour Grading dan Color Correction di Adobe Premiere Pro

Adobe Premiere Pro adalah perangkat lunak pengeditan video terkemuka yang digunakan dalam pembuatan film, acara TV, dan banyak lagi. Fitur penilaian warna sangat profesional di Adobe Premiere Pro, dan Anda dapat menonjolkan video Anda dengan fitur ini. Disini, Anda akan mempelajari cara untuk mengoreksi warna dengan beberap cara. Ini adalah cara dasar tentang Adobe Premiere, software video editing profesional.

Color Grading (image source by Google)

Bagaimana cara grading warna dan koreksi di Adobe Premiere Pro:

Grading Warna dan Koreksi di Adobe Premiere Pro

a. Menempatkan Footage di Timeline

• Langkah 1 - Impor video

Langkah pertama dalam proses koreksi warna adalah mengimpor rekaman ke dalam Adobe Premier Pro dan meletakkannya di garis waktu. Biasanya lebih baik menyelesaikan semua operasi pengeditan video lainnya sebelum memulai proses koreksi warna.

• Langkah 2 - Membuat lapisan penyesuaian

Setelah rekaman siap, buat lapisan penyesuaian baru yang memungkinkan Anda menggunakan nilai warna yang sama pada beberapa klip. Opsi ini cukup berguna jika Anda ingin menerapkan nilai yang sama ke lebih dari satu klip, Anda perlu memperhatikan jika klip terlalu terbuka atau terlalu kontras atau jika kontrasnya terlalu kuat.

• Langkah 3 - Opsi warna Lunmetri

Setelah Anda membuat tempat lapisan penyesuaian pada garis waktu dan rentangkan di atas klip yang Anda miliki di garis waktu. Kemudian di panel efek cari opsi warna Lunmetri dan tambahkan ke lapisan penyesuaian hanya dengan menyeretnya dan menjatuhkannya ke lapisan. Anda sekarang siap untuk memulai proses koreksi warna.


b. Melakukan Grading Warna Secara Manual

Bahkan jika Anda memutuskan untuk menggunakan salah satu preset, Anda perlu menyempurnakan gambar Anda secara manual. Di panel warna lumetri utama, Anda akan melihat penggeser yang memungkinkan Anda menyesuaikan saturasi, getaran, dan ketajaman klip video Anda. Jika Anda mengklik fitur 'Koreksi Dasar', Anda akan melihat panel yang memungkinkan Anda menyesuaikan nilai white balance, kontras, eksposur, bayangan, sorotan, rona, suhu, putih, dan hitam.

Untuk menciptakan warna seimbang, mainkan dengan penggeser hingga Anda menemukan nilai sempurna di setiap penggeser. Proses ini memakan waktu, karena menemukan rasio yang tepat untuk semua opsi ini adalah keterampilan yang membutuhkan waktu untuk dikuasai. Hanya ada satu dari banyak efek yang dapat digunakan untuk melakukan koreksi warna dan Adobe Premier Pro menawarkan banyak efek warna berbeda yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas video.

Gradasi warna adalah seni rupa yang membutuhkan banyak waktu dan dedikasi, meskipun bagian teknisnya mudah dipelajari, akan membutuhkan banyak latihan hingga Anda siap melakukan proses ini. Itulah ulasan cara grading warna dan koreksi di Adobe Premiere Pro. Semoga bermanfaat.

*ditulis oleh freelance content writer

22 November 2022

Pembahasan Lengkap Workspace & Fitur-fitur Editing Di Adobe Premiere Pro (using Adobe Premiere Pro 2020)

Pembahasan Lengkap Workspace & Fitur-fitur Editing Di Adobe Premiere Pro (using Adobe Premiere Pro 2020)

Oke guys, hari ini kita akan membahas apa saja fitur-fitur yang tersemat di software editing video Adobe Premiere Pro. Dan pada saat artikel ini ditulis, saya memakai versi Adobe Premiere Pro 2020, walaupun saya nulis ini pada tahun 2023. Kenapa ngga pake versi terbaru bang?, jawabannya adalah Laptop saya masih kentang, makanya kalian kalau baca artikel ini sempatkanlah untuk klik iklan yang muncul ya wkwkw, anjir gw malah ngemis hahaha. Okay kita skip pake thumbnail dulu.

Premiere Pro icon (image source by google)

Daftar Isi :

1. Interface Awal

2. Menu Bar

3. Menu Workspace

1. Interface Awal

Oke, saat pertama kalian membuka Premiere Pro maka kalian akan disambut dengan tampilan seperti dibawah ini. Tampilan tersebut merupakan tampilan awal yang berisi project-project sebelumnya yang kamu kerjakan. Dibagian kiri pada kotak di tengah terdapat menu "new project" untuk membuat file project baru & "open project" untuk membuka project yang kita buat sebelumnya.

tampilan awal menu di Premiere Pro


Selanjutnya, setelah itu kalian akan disambut dengan tampilan awal Adobe Premiere Pro seperti berikut.

workspace Adobe Premiere Pro

Oke selanjutnya kita akan mulai dengan menu-menu di workspace Adobe Premier Pro ini. Ada '
menu bar', dan 'menu workspace'. Sedangkan untuk penempatan tab editing yang kalian lihat diatas ini akan mengikuti mode 'menu workspace' yang kita pilih.

2. Menu Bar

tampilan Menu Bar Adobe Premiere Pro 2020
Gambar diatas adalah tampilan dari Menu Bar Adobe Premiere Pro. Ada
menu file, edit, clip, sequence, marker, graphics, view, window dan help.

Menu Bar ''File''
tampilan menu bar ''File" Adobe Premiere Pro
  • New - untuk membuat project baru
  • Open Project - untuk membuat project yang sudah kita buat sebelumnya
  • Open Production - untuk membuka project folder yang dibuat untuk project bersama dan foldernya adalah offline atau masih 1 jaringan LAN
  • Open Team Project  - untuk membuka project yang dibuat bersama, dan bisa dibuka secara offline dan cloud. Namun terlebih dahulu harus terdaftat di cloud adobe.
team project

  • Adobe Dynamic Link - untuk membuat & mensingkronasikan project adobe premiere pro dengan adobe after effect (untuk bisa melakukan dynamic link server maka Adobe Premiere Pro dengan Adobe After Effect dan atau Photoshop, Adobe Audition dan software adobe lain harus memiliki versi keluaran yang sama misalnya versi 2020, 2021, dst).
  • Link Media  - untuk memetakan folder dari media yang kita masukan ke dalam pengeditan misalnya music, foto atau video.
  • Export - untuk mengeskport project yang kita buat, berikut pilihan yang bisa diambil saat kalian ingin mengeksport project kalian.
pilihan menu Export Adobe Premiere Pro
  • Get Properties - untuk menampilkan properties/info dari sebuah file baik yang sedang kita gunakan dalam editin maupun tidak.
get properties Adobe Premiere Pro
Menu Bar "Edit"
tampilan menu bar "edit" Adobe Premiere Pro
  • Preference - menu ini berfungsi untuk setting hardware yang digunakan. Digunakan juga untuk setting output, VGA mode (karena VGA saya masih on board jadi tidak akan muncul di setelan graphic pada menu ini). Menu ini tidak perlu banyak diutak atik karena setelan defaultnya sudah menyesuaikan dengan PAC yang kita pakai, jadi tugas seorang editor hanya perlu menggunakan aplikasi Adobe Premiere Pro ini semaksimal mungkin sesuai project yang dibuat.
    tampilan menu opsi Preference Adobe Premiere Pro

Menu Bar "Clip"
tampilan menu bar Clip Adobe Premiere Pro
Menu bar ini berisi opsi untuk memodifikasi clip (video,foto & suara) yang kita pakai dalam editing di Adobe Premiere Pro. Saat editing, sebenarnya kita tidak perlu repot membuka menu ini karena pada clip di timeline sudah ada opsinya jika kita klik kanan.

Dimenu ini ada opsi "NEST", apa gunanya menu nest ini?. Fungsi nest adalah menggabungkan 2 atau lebih video, suara, teks atau apapun yang di time line menjadi 1 kesatuan timeline. Agar lebih paham, silahkan pilih 2 timeline video(klik CTRL lalu klik timeline yang ingin di nest), kemudian klik kanan - nest. Nah, setelah itu maka efek-efek yang dipakai untuk nest akan berimpact pada semua timeline yang dimasukan dalam next, misal scale, position dan lainnya lagi.

Link, menu link ini dalah untuk menyatukan 2 timeline agar tetap pada durasi atau titik waktu yang sama. Jadi agar ketika di geser-geser tidak berubah. misalnya klip video dan musik pada timeline kalian terpisah, jika kalian tidak memakai menu link ini maka jika kalian geser video ke detik yang berbeda maka audio/suara yang tadinya pas menjadi tidak singkron lagi.

Menu Bar "Sequence"
tampilan menu bar sequence

Pada bagian menu bar sequence ini terdapat menu-menu yang fungsinya adalah untuk mengatur sequence dari editing kita. Yang akan saya sedikit bahas kali ini adalah pada bagian menu "Sequence Setting".

menu bar sequence setting adobe premiere pro
Jadi pada bagian menu sequence setting ini, adalah settingan resolusi dan tetek bengek dari project yang sedang kita edit dan export nantinya. Editing mode biasanya saya pake custom untuk memudahkan setting FPS yang mau dipake, untuk lainnya saya setting seperti diatas.

Menu Bar "Marker"
Kemudian ada menu bar Marker, menu ini dipakai untuk marking di timeline project yang sedang kita kerjakan. Opsi pada menu ini bisa langsung kita lihat ketika kita mengklik kanan pada project yang kita buat. Marker ini misalnya kita ingin menyesuaikan beat musik dengan video agar transisi-nya lebih rapi, bisa memakai ini.
tampilan menu bar marker Adobe Premiere Pro
Menu Bar "Graphic"
Jika kalian ingin mengintall motion graphic atau teks yang bergerak bisa kalian lakukan di menu ini. Bisa juga untuk menambahkan teks dan edit-edit overlay.
tampilan menu bar Graphic Adobe Premiere Pro
Menu Bar "View"
Menu bar view ini mengatur view playback, atau jendela playback premiere pro. Ada show rulers, guide, lock. Memilih display quality & playback resolution. Misal PC/Laptop kalian agak ngelag saat memutar video playback, kalian bisa atur resolusi playbacknya lebih rendah agar lebih ringan buat rendering.
tampilan menu bar view Adobe Premiere Pro
Menu Bar "Workspace"
tampilan menu bar workspace adobe premiere pro
Pada menu workspace ini kalian bisa lihat banyak menu yang tersedia. First notice dari saya, gunakanlah menu workspace ini jika tab editing kalian rasanya rusak atau ngga sesuai dengan tab editing awal, pilih saya reset layout maka tab editing akan kembali ke setelan awal.

Lihat pada bagian menu yang ada centangnya, jika kalian klik salah satu menu yang belum ada centangnya maka tab dari menu tersebut akan muncul di tab editing kalian. Jadi menu yang sudah tercentang adalah tab/ panel yang sudah terpasang pada workspace editing yang sedang kalian gunakan.

Menu Bar "Help"
Ngga perlu saya jelaskan panjang lebar sepertinya dari fungsi menu ini, karena jarang banget kalo kita pake software kita ngelirik menu ini. Jadi bisa kalian liat aja ya sendiri.

3. Menu Workspace

Okay terakhir dari tulisan ini adalah menu workspace. Ada menu Workspace Learning, Workspace Assembly, Workspace Editing, Workspace Color, Workspace Effect, Workspace Audio, Workspace Graphics.
learning workspace
Learning workspace ini adalah untuk belajar cara menggunakan Adobe Premiere, terdapat panel yang berisi penjelasan-penjelasan mengenai beberapa hal di adobe premiere pro.
assembly workspace
Assembly workspace ini adalah untuk mengumpulkan footage, atau mengisi timeline dengan footage yang sudah kita ambil/buat
editing workspace
Editing workspace sama seperti assembly, bedanya hanya ada tab preview footage. Kebanyakan mengedit pada tab ini.
colour workspace
Ada tab Colour, disini kita melakukan efek pewarnaan, colour correction & pastinya colour grading.
effect workspace
Pada workspace effect, kita bisa memberi effect video seperti transisi dan lain-lain.
audio workspace
Audio workspace berguna untuk editing audio di premiere, biasanya audio ini bisa kita sambungkan ke Adobe Audition dengan microsoft dynamic link. Dan bisa juga tersambung dengan Aplikasi pihak ketiga yakni Melodine.
graphic workspace
Pada graphic worksapce biasanya kita menambahkan teks dan overlay.

Okay guys, itulah secara garis besar tentang workspace dan menu-menu di Adobe Premiere Pro. Ini hanya pengenalan kecil dalam tulisan ya. Masih banyak lagi turorial yang belum saya tulis, namun bisa kalian temukan dan tanyakan ketika kalian langung terjung menggunakan aplikasinya. Dari situ akan timbul banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang kalian temukan.

Dan jangan lupa, jika kalian ingin bertanya. Silahkan tanyakan langsung pada kolom komentar ya. Sekian dulu tulisan dari admin. See yaa di artikel selanjutnya.